Thursday, 1 October 2020

DIPERPANJANG MASA PROMOSI GOOGLE HINGGA 31 MARET 2021" TANPA BATAS WAKTU 60 MENIT"

RINTOKUSMIRAN.COM-Diperpanjang masa promosi hingga tanggal 31 Maret 2021 aplikasi video konferensi dapat  Terus gunakan Google Meet tanpa batas waktu 60 menit. Tentunya informasi ini sangat melegakan buat dunia pendidikan yang menyelenggarak pembelajaran jarak jauh dengan moda dalam jaringan (Daring) pada masa pandemi Covid-19 yang memanfaatkan Google Meet.

DIPERPANJANG MASA PROMOSI GOOGLE HINGGA 31 MARET 2021" TANPA BATAS WAKTU 60 MENIT"
DIPERPANJANG MASA PROMOSI GOOGLE HINGGA 31 MARET 2021" TANPA BATAS WAKTU 60 MENIT"

Google menjadi pilihan dalam dunia pendidikan di Indonesia karena sangat mudah digunakan tanpa harus ribet. Selain itu google meet juga ada pada produk google elektronik mail (e-mail) jadi sangat mudah sekali digunakan. Artinya semua yang memiliki email gmail diberikan hak akses dalam menggunakan google meet.

Untuk tatacara penggunaan google meet dalam rapat/pembelajaran dapat anda simak pada video di bawah ini



Pagi ini saya membuka email ternyata ada email masuk dari tim pengembang google meet yang isinya Diperpanjang masa promosi hingga tanggal 31 Maret 2021 aplikasi video konferensi dapat  Terus gunakan Google Meet tanpa batas waktu 60 menit. 

Berikut ini adalah isi email tersebut yang saya tulis ulang pada artikel ini: 

"Untuk membantu semua orang tetap terhubung dengan aman, pada awal tahun ini kami telah membuat Google Meet, produk video konferensi premium kami, dapat digunakan secara gratis oleh semua orang. Pada saat itu, kami mengumumkan bahwa kami tidak akan menerapkan batas waktu 60 menit untuk rapat hingga setelah tanggal 30 September 2020".

"Kami memperpanjang masa promosi ini hingga tanggal 31 Maret 2021 untuk membantu pengguna kami berkomunikasi dengan keluarga, teman, dan koleganya. Artinya, Anda dapat terus melakukan panggilan video dengan peserta maksimal 100 orang dan hingga 24 jam secara gratis."

video penjelasan diperpanjang masa promosi hingga tanggal 31 Maret 2021 aplikasi video konferensi dapat  Terus gunakan Google Meet tanpa batas waktu 60 menit



Semoga informasi yang saya berikan pada kesempatan ini berkaitan dengan diperpanjang masa promosi hingga tanggal 31 Maret 2021 aplikasi video konferensi dapat  Terus gunakan Google Meet tanpa batas waktu 60 menit memberikan manfaat bagi kita semua.

Wednesday, 30 September 2020

AYO BURUAN IKUT " PROGRAM GURU BELAJAR SERI MASA PANDEMI COVID-19

RINTOKUSMIRAN.COM- Ayo buruan ikut " program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19. Lagi-lagi kementerian pendidikan memberikan pelayanan dalam rangka pengembangan diri bagi anda yang berprofesi sebagai pendidik (guru) dari semua jenjang. Program ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi guru untuk selalu belajar dan belajar sepanjang hayat.

Program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19 ini juga diberikan sertfikat elektronik yang dapat diperhitungkan dalam angkat kredit pada bagian Pengembangan Keprofesian berkelanjutan. 

Tidak ada salahnya sebelum anda mengikuti program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19 untuk memahami persyaratan, tujuan, pola, jadwal dan hasil pada kegiatan program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19 ini yang saya ulas pada artikel saya kali ini. 

AYO BURUAN IKUT  " PROGRAM GURU BELAJAR SERI MASA PANDEMI COVID-19

Apa itu program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19?

Apa itu program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19? Program pembelajaran yang dirancang untuk membantu sebanyak mungkin guru dan tenaga kependidikan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh yang sesuai dengan kondisi khusus , seperti masa pandemi COVID-19, dengan tetap memberikan pembekalan dasar yang bermakna bagi siswa untuk melakukan merdeka belajar.

Apa tujuan program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19?

  • Meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran jarak jauh berbasis beban kurikulum yang disederhanakan.
  • Mengembangkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran jarak jauh yang melibatkan siswa.
  • Mengembangkan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh secara efektif.
  • Meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan asesmen pembelajaran jarak jauh yang berdampak pada kualitas pembelajaran.

Apa serunya belajar bersama di program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19?


Lebih Fleksibel
Anda bisa mengatur sendiri waktu belajar sesuai kesibukan masing-masing.

Lebih Mudah
Anda lebih mudah mempelajari konten pembelajaran yang telah dipecah menjadi unit belajar yang lebih kecil.

Lebih Menantang
Anda bisa memilih tantangan yang sesuai dengan kemampuan Anda, apakah menyelesaikan Tahap 1, Tahap 2 atau hingga tuntas Tahap 3.

Lebih Kolaboratif
Anda bisa belajar bersama dengan rekan guru yang lain untuk menyelesaikan semua tahapan program.

Apa saja tahapan program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19?

Tahap 0

Orientasi program membekali peserta dengan latar belakang, tujuan umum, penyesuaian kebijakan, pengantar program, dan struktur Program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19.

Tahap 1

Bimtek. Pembelajaran peserta dengan konsep Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa, Kurikulum Kondisi Khusus, Asesmen Diagnosis, Asesmen Diagnosis Berkala, Model Pembelajaran Jarak Jauh, Media, Teknologi dan Sumber Belajar.

Tahap 2

Diklat. Pelatihan yang memberi kesempatan peserta mendapatkan inspirasi pembelajaran jarak jauh pembelajaran jarak jauh (PJJ), merancang dan menerapkan PJJ, mengunggah tulisan praktik baik PJJ, melakukan penilaian diri terhadap tulisan praktik baik PJJ

Tahap 3

Pengimbasan yang mengundang peserta untuk menjadi bagian perubahan pendidikan dengan cara mempresentasikan program, mengajak dan mendampingi guru lain untuk mengikuti Program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19 melalui kelompok kerja guru seperti KKG/MGMP atau organisasi profesi guru.

Apa yang didapatkan peserta program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19?

  • Pengalaman belajar yang seru.
  • Pengalaman belajar bersama sesama guru.
  • Peningkatan kemampuan mengembangkan pembelajaran jarak jauh.
  • Sertifikat bimtek 32 JP, sertifikat diklat 32 JP dan piagam penghargaan.

Siapa yang bisa menjadi peserta program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19?

Program istimewa ini dapat diikuti guru yang telah mempunyai akun SIMPKB :

Secara umum program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19 terbagi menjadi 3 tahap dengan rincian pertahap sebagai berikut:

Tahap 1 : Bimtek

Guru pada semua mata pelajaran, jenjang dan jenis pendidikan.

Tahap 2 : Diklat

Peserta yang telah tuntas Tahap 1 dengan mendapat skor minimal 70.

Peserta didik membuat benda tiga dimensi dari bahan bekas yang terdapat di rumah. Pencarian contoh dapat menggunakan internet

Tahap 3 : Pengimbasan

Peserta yang telah tuntas Tahap 2.

Jadwal Pelaksanaan

Berikut Adalah Jadwal Pelaksanaan Program Berdasarkan Tahapannya

 Bimtek

Angkatan 1

1 - 10 Oktober

Angkatan 2

11 - 20 Oktober

Angkatan 3

21 - 30 Oktober

Angkatan 4

31 Oktober - 9 November

Angkatan 5

10 - 19 November

 Diklat

Angkatan 1

11 - 30 Oktober

Angkatan 2

31 Oktober - 19 November

Angkatan 3

20 November - 9 Desember

 Pengimbasan

Angkatan 1

31 Oktober - 9 November

Angkatan 2

20 - 30 November

Angkatan 3

10 - 19 Des

Tanya jawab berkaitan dengan Program guru belajar seri masa pandemi Covid-19

Syarat mengikuti program ini adalah memiliki akun SIMPKB, bagaimana cara mendapatkan akun SIMPKB

  • Ikuti prosedur di link berikut (https://bantuan.simpkb.id/books/simpkb-banpems1-guru/ch01/1-2-panduan-registrasi.html) atau disini video panduannya 

Saya mengikuti proses pembelajaran Bimtek, namun dinyatakan oleh sistem belum tuntas. Apakah harus mengulang lagi dari awal?

  • Betul, anda harus mengulang proses dari pemilihan jadwal bimtek.

Bagaimana dan kapan saya mendapatkan sertifikat bila dinyatakan telah tuntas mengikuti diklat online pembelajaran GTK ini?

  • Setelah dinyatakan tuntas oleh sistem, maka anda akang langsung mendapat sertifikat elektronik.

Bila saya sudah mendaftar jadwal, kemudian saya lupa mengikuti diklat pada jadwal yang telah dipilih?. Apakah saya masih boleh mengikuti diklatnya atau harus mengulang pendaftaran di jadwal berikutnya.

  • Betul, bila terlupa maka akan dinyatakan  tidak tuntas oleh sistem dan harus mengulang dari pemeilihan jadwal.

Berapa kali boleh mengulang pembelajaran bila belum tuntas di setiap angkatannya.

  • Tidak ada batasan dalam mengulang pembelajaran selama masih masa jadwal berlaku
Semoga informasi berkaitan dengan program Guru Belajar seri Masa Pandemi Covid-19 memberikan manfaat bagi kita semua.

Sumber:https://gurubelajar.kemdikbud.go.id/

Sunday, 27 September 2020

MULAI 30 SEPTEMBER 2020 GOOGLE MEET AKAN BERBAYAR BILA PENGGUNAAN MELEBIHI 60 MENIT

RINTOKUSMIRAN.COM-Mulai tanggal 30 September 2020 Google Meet akan berbayar bila penggunaan melebihi 60 menit. Informasi ini sedikitnya membuat pengguna meet bersedih mengapa demikian? Bila sebelumnya pengguna meet mulai nyaman dengan aplikasi produk google tersebut, namun kenyaman tersebut mulai berangsur-angsur menghilang. 

MULAI 30 SEPTEMBER 2020 GOOGLE MEET AKAN BERBAYAR BILA PENGGUNAAN MELEBIHI 60 MENIT

Google mulai 30 September akan mengenakan biaya untuk Meet jika layanan konferensi video tersebut digunakan melebihi 60 menit.

namun bihak google sendiri menyatakan bahwa"Google tidak memiliki apa pun untuk dikomunikasikan terkait perubahan promo dan fitur lanjutan yang akan berakhir,".

Bila pada bulan-bulan sebelumnya, pemilik akun Google dapat membuat rapat gratis dengan 100 orang, tanpa batas waktu.

Pada 30 September, Google Meet juga akan menghentikan akses ke fitur-fitur canggih untuk pelanggan G Suite dan G Suite for Education, termasuk rapat hingga 250 orang, live streaming hingga 100.000 orang dalam satu domain dan kemampuan untuk menyimpan rekaman rapat ke Google Drive.

Fitur tersebut biasanya hanya tersedia bagi pelanggan tingkat "perusahaan" untuk G Suite, dengan biaya US$ 25 (sekitar Rp 373 ribu) per pengguna per bulan.

Google Meet dan platform konferensi video lainnya berusaha mengejar kenaikan penggunaan Zoom selama pandemi Covid-19, dengan Meet melewati 100 juta peserta setiap hari pada April.

Tenggat waktu yang ditetapkan Google Meet berarti bagi pengguna yang tidak ingin mengupgrade ke paket Meet berbayar, mereka harus membatasi panggilan rapat hingga 60 menit.

Dalam dunia pendidikan penggunaan Meet yang disediakan google tersebut termasuk dalam aplikasi video conference yang bisa diakses dengan kouta bantuan internet oleh pemerintah. Dengan adanya ketentuan dari google tersebut sebagai pendidik/guru perlu strategi khusus bila dalam pembelajaran menggunakan aplikasi google meet.

Diantara strategi khusus tersebut adalah dengan merencanakan pembelajaran menggunakan google meet tidak melebihi 60 menit.

Semoga informasi Mulai tanggal 30 September 2020 google meet akan berbayar bila penggunaan melebihi 60 menit.

Saturday, 26 September 2020

INSTRUMEN AKREDITASI SATUAN PENDIDIKAN DAN DOKUMEN DIUPLOAD "IASP" TAHUN 2020

RINTOKUSMIRAN.COM-Instrumen akreditasi satuan pendidikan disingkat menjadi IASP. Terdapat 35 butir Instrumen akreditasi satuan pendidikan (IASP) tahun 2020. Selain itu terdapat dokumen yang dipersiapkan oleh sekolah antara lain.

INSTRUMEN AKREDITASI SATUAN PENDIDIKAN "IASP" TAHUN  2020

RPP Tahun Berjalan, Kisi-kisi soal; instrumen penilaian dan catatan hasil penilaian; Catatan hasil penilaian dan hasil analisis capaian kompetensi; Program pelaksanaan remidial/pengayaan; Program literasi sekolah/madrasah.

INFORMASI LAIN BERKAITAN DENGAN AKREDITASI SEKOLAH

Dalam Instrumen akreditasi satuan pendidikan (IASP) tahun 2020 terdapat 3 hal pokok dalam setiap butir instrumen meliputi pembuktian kinerja; telaah dokumen; dan observasi.

Sebagai contoh saja pada Instrumen akreditasi satuan pendidikan (IASP) tahun 2020 

1. Pembuktian Kinerja:

1. Menelaah dokumen kebijakan dan program keagamaan

2. Melakukan observasi tentang sikap dan perilaku religius siswa sesuai ketentuan yang berlaku di sekolah/madrasah

3. Melakukan wawancara terhadap kepala/wakil kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah, guru/guru pembimbing, dan siswa

2. Petunjuk Telaah Dokumen

Lakukan telaah dokumen terkait kebijakan dan program pembiasaan karakter religius dan deskripsikan hasil. No  dan Nama Dokumen Deskripsi hasil telaah

1 Rencana kerja sekolah/madrasah (RKS)

2 Catatan guru agama

3 Buku aktivitas kerohanian siswa/laporan kegiatan

4 Poster afirmasi/foto-foto kegiatan

5 Lainnya ….

3. Petunjuk Observasi

Lakukan pengamatan kondisi siswa tentang penerapan pembentukan karakter religius yang ditunjukkan melalui sikap dan perilaku yang taat/patuh dalam menjalankan ajaran agama yang dianutnya, bersikap toleran terhadap ibadah orang lain serta menjalin kerukunan hidup antar pemeluk agama lain.

Berikut ini adalah 35 butir instrumen akreditasi satuan pendidikan "IASP" tahun 2020 beserta dokumen yang dipersiapkan untuk di upload pada aplikasi berbasis web https://bansm.kemdikbud.go.id/sispena2020/login

1 Siswa menunjukkan perilaku disiplin dalam berbagai situasi.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa menunjukkan perilaku disiplin yang membudaya berdasarkan tata tertib sekolah/madrasah dan menerima penghargaan atas prestasi kedisiplinan secara konsisten.
3 Siswa menunjukkan perilaku disiplin berdasarkan tata tertib sekolah/madrasah dan menerima penghargaan atas prestasi kedisiplinan.
2 Siswa menunjukkan perilaku disiplin berdasarkan tata tertib sekolah/madrasah namun terbatas di sekolah/madrasah.
1 Siswa menunjukkan perilaku disiplin berdasarkan tata tertib sekolah/madrasah namun terbatas di kelas.

1 Tata tertib dan penegakannya yang mencakup hak, kewajiban, penghargaan, dan sanksi (antara lain sistem poin) Belum unggah
2 Buku piket yang berisi keterlambatan siswa dan ketidakhadiran siswa di sekolah/madrasah Belum unggah
3 Catatan guru/wali kelas dan tenaga kependidikan yang memuat kedisiplinan waktu siswa Belum unggah
4 Jurnal kelas yang mencantumkan data ketidakhadiran siswa di kelas dan data mata pelajaran yang diikuti siswa

2 Siswa menunjukkan perilaku religius dengan pengamalannya dalam aktivitas di sekolah/madrasah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa menunjukkan perilaku religius yang membudaya sesuai ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah/madrasah.
3 Siswa menunjukkan perilaku religius sesuai ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah/madrasah.
2 Siswa belum konsisten menunjukkan perilaku religius sesuai ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah/madrasah.
1 Siswa berperilaku religius karena mematuhi tata tertib sekolah/madrasah.

1 Catatan guru yang mencakup partisipasi siswa dan jenis kegiatan ibadah sesuai ajaran agama/kepercayaan yang dianut & Catatan guru tentang sikap toleran dan kerukunan hidup antarpemeluk agama/kepercayaan Belum unggah
2 Laporan kegiatan pembiasaan perilaku religius siswa yang mencakup agenda/jadwal dan jenis kegiatan & Laporan kegiatan peringatan hari besar keagamaan yang mencakup jenis kegiatan dan partisipasi siswa

3 Siswa menunjukkan perilaku kerja keras, tangguh, dan bertanggung jawab dalam aktivitas di sekolah/madrasah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa menunjukkan perilaku kerja keras, tangguh, dan bertanggung jawab yang membudaya dalam aktivitas sehari-hari di sekolah/madrasah.
3 Siswa menunjukkan perilaku kerja keras, tangguh, dan bertanggung jawab dalam pembelajaran di kelas.
2 Siswa belum konsisten menunjukkan perilaku kerja keras, tangguh, dan bertanggung jawab dalam pembelajaran di kelas.
1 Siswa belum menunjukkan perilaku kerja keras, tangguh, dan bertanggung jawab.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Portofolio tugas dalam pembelajaran yang mencakup materi dan nilai yang diperoleh siswa
2 Laporan pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler yang mencakup jenis kegiatan, partisipasi siswa, dan dokumentasi kegiatan

4 Siswa terbebas dari perundungan (bully) di sekolah/madrasah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa membudayakan praktik bebas dari perundungan dan berperan aktif dalam program pencegahan perundungan di sekolah/madrasah.
3 Siswa bebas dari praktik perundungan di sekolah/madrasah.
2 Siswa melakukan/mengalami perundungan meskipun sekolah/madrasah telah melakukan upaya pencegahan.
1 Siswa melakukan/mengalami perundungan namun sekolah/madrasah tidak melakukan upaya pencegahan.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Catatan guru/wali kelas yang mencakup jenis perundungan yang terjadi, bentuk pembinaan yang diberikan, dan jenis sanksi yang diberikan Belum unggah
2 Laporan kegiatan pencegahan perundungan yang mencakup agenda, panduan, dan partisipasi siswa Belum unggah
3 Media afirmasi dalam bentuk poster/banner/spanduk/leaflet

5 Siswa menunjukkan keterampilan abad ke-21 pada aspek berkomunikasi.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa telah menunjukkan budaya berkomunikasi yang efektif secara lisan dan tulisan melalui berbagai media yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dalam dan di luar sekolah/madrasah.
3 Siswa telah menunjukkan keterampilan berkomunikasi yang efektif secara lisan dan tulisan melalui berbagai media yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dalam dan di luar sekolah/madrasah.
2 Siswa telah menunjukkan keterampilan berkomunikasi yang efektif secara lisan dan tulisan dengan media tertentu di dalam dan di luar sekolah/madrasah.
1 Siswa telah menunjukkan keterampilan berkomunikasi yang efektif secara lisan dan tulisan dengan media tertentu di dalam sekolah/madrasah.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Laporan hasil karya dan prestasi terkait keterampilan berkomunikasi yang efektif secara lisan & tertulis
2 Portofolio/tugas yang mencakup tugas melalui media daring, media uring, dan Nilai yang diperoleh siswa/td>

6 Siswa menunjukkan keterampilan abad ke-21 pada aspek berkomunikasi.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa telah menunjukkan budaya kolaborasi secara konsisten dan terprogram dengan siswa lainnya dan berbagai pihak dalam bentuk kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler termasuk dalam penggunaan sumber daya belajar.
3 Siswa telah menunjukkan keterampilan kolaborasi dengan siswa lainnya dan berbagai pihak dalam bentuk kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler termasuk dalam penggunaan sumber daya belajar.
2 Siswa telah menunjukkan keterampilan kolaborasi dengan siswa lainnya dan berbagai pihak dalam bentuk kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler secara terbatas.
1 Siswa telah menunjukkan keterampilan kolaborasi dengan siswa lainnya dalam bentuk kegiatan kurikuler dan kokurikuler secara terbatas.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Jadwal piket harian di kelas
Jadwal kegiatan upacara yang berisi data siswa petugas upacara hari senin, upacara peringatan hari besar nasional, dan upacara peringatan hari-hari khusus
2 Laporan kegiatan ekstrakurikuler yang berisi data partisipasi kolaborasi siswa, kegiatan OSIS, dan jenis kegiatan ekstrakurikuler lainnya
Laporan kegiatan bersama di luar sekolah/madrasah selain kegiatan ekstrakurikuler yang mencakup jumlah dan jenis kegiatan serta data keterlibatan siswa

7 Siswa menunjukkan keterampilan abad ke-21 pada aspek berpikir kritis dan pemecahan masalah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa menunjukkan budaya berpikir kritis dan pemecahan masalah secara konsisten dan sistematis yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa baik lisan maupun tulisan.
3 Siswa menunjukkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa baik lisan maupun tulisan.
2 Siswa menunjukkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa baik lisan maupun tulisan yang dilakukan secara terbatas.
1 Siswa menunjukkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa secara lisan.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Portofolio/tugas dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh siswa
2 Laporan pelaksanaan kegiatan yang terkait keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang mencakup data partisipasi siswa, data karya dan prestasi siswa, dan dokumentasi kegiatan.

8 Siswa menunjukkan keterampilan abad ke-21 pada aspek kreativitas dan inovasi.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa menunjukkan budaya kreatif dan inovatif secara konsisten yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa dalam bentuk lisan, tulisan, dan/atau karya lainnya melalui kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di dalam dan di luar sekolah/madrasah.
3 Siswa menunjukkan keterampilan kreatif dan inovatif yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa dalam bentuk lisan, tulisan, dan/atau karya lainnya melalui kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di dalam dan di luar sekolah/madrasah.
2 Siswa menunjukkan keterampilan kreatif dan inovatif yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa dalam bentuk lisan, tulisan, dan/atau karya lainnya melalui kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di dalam sekolah/madrasah.
1 Siswa menunjukkan keterampilan kreatif dan inovatif yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa dalam bentuk lisan, tulisan, dan/atau karya lainnya dalam pembelajaran di kelas.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Portofolio/tugas dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh siswa Belum unggah
2 Laporan pelaksanaan kegiatan yang terkait keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang mencakup data partisipasi siswa, data karya dan prestasi siswa, dan dokumentasi kegiatan.

9 Siswa menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri dan berkreasi dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa berpartisipasi dan berprestasi dalam berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat yang dibuktikan dengan perolehan berbagai prestasi/penghargaan tingkat lokal, nasional maupun internasional.
3 Siswa berpartisipasi dan berprestasi dalam berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat yang dibuktikan dengan perolehan berbagai prestasi/penghargaan tingkat lokal.
2 Siswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat di tingkat lokal.
1 Siswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat di tingkat sekolah/madrasah.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Laporan tentang partisipasi siswa dalam kegiatan lomba yang terkait dengan pengembangan minat dan bakat
Laporan tentang prestasi/penghargaan dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat

10 Siswa menunjukkan peningkatan prestasi akademik.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa memiliki rata-rata nilai ujian sekolah/madrasah dan rapor kelas akhir yang meningkat secara konsisten dalam 3 (tiga) tahun terakhir dan berdampak pada persepsi positif masyarakat terhadap sekolah/madrasah.
3 Siswa memiliki rata-rata nilai ujian sekolah/madrasah dan rapor kelas akhir yang meningkat dalam 3 (tiga) tahun terakhir.
2 Siswa memiliki rata-rata nilai ujian sekolah/madrasah dan rapor kelas akhir yang fluktuatif (naik-turun) dalam 3 (tiga) tahun terakhir.
1 Siswa memiliki rata-rata nilai ujian sekolah/madrasah dan rapor kelas akhir yang tidak meningkat dalam 3 (tiga) tahun terakhir.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Data nilai ujian sekolah/madrasah dalam 3 (tiga) tahun terakhir
2 Leger nilai kelas akhir dalam 3 (tiga) tahun terakhir

11 Pemangku kepentingan (stakeholders) puas terhadap mutu lulusan sekolah/madrasah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Pemangku kepentingan menyatakan sangat puas terhadap mutu lulusan sekolah/madrasah terkait sikap, pengetahuan, dan keterampilan mereka.
3 Pemangku kepentingan menyatakan puas terhadap mutu lulusan sekolah/madrasah terkait sikap, pengetahuan, dan keterampilan mereka.
2 Pemangku kepentingan menyatakan kurang puas terhadap mutu lulusan sekolah/madrasah terkait sikap, pengetahuan, dan keterampilan mereka.
1 Pemangku kepentingan menyatakan tidak puas terhadap mutu lulusan sekolah/madrasah terkait sikap, pengetahuan, dan keterampilan mereka.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Laporan hasil tracer study tentang kepuasan pemangku kepentingan

12 Proses pembelajaran berlangsung secara efektif dengan melibatkan seluruh siswa sehingga terjadi proses pembelajaran secara aktif serta mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi sesuai tujuan pembelajaran pada satuan pendidikan.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Dalam proses pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk belajar secara aktif (membaca, bertanya, berdiskusi, praktik, atau menggunakan media), melibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, dilaksanakan melalui pengalaman yang konkret, dan menyajikan materi yang lebih bermakna bagi kehidupan siswa serta berdampak pada pemecahan masalah kehidupan sehari-hari.
3 Dalam proses pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk belajar secara aktif (membaca, bertanya, berdiskusi, praktik, atau menggunakan media), dilaksanakan melalui pengalaman yang konkret, dan menyajikan materi yang lebih bermakna bagi kehidupan siswa.
2 Dalam proses pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk belajar secara aktif (membaca, bertanya, berdiskusi, praktik, atau menggunakan media).
1 Dalam pembelajaran guru lebih banyak menjelaskan dan siswa memperhatikan serta mengerjakan tugas yang diberikan saja.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Rencana Pembelajaran Pembelajaran (RPP) [Telaah RPP dilakukan ketika asesor melakukan observasi]
Lembar Praktikum/Lembar Praktik/Lembar Kerja Siswa

13 Penilaian proses dan hasil belajar digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan dilaksanakan secara sistemis.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar dengan menggunakan berbagai teknik penilaian untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran secara sistemis dan berkesinambungan yang berdampak pada perbaikan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
3 Guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar dengan menggunakan berbagai teknik penilaian untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran secara berkesinambungan.
2 Guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar sesuai tujuan pembelajaran namun belum digunakan untuk perbaikan pembelajaran.
1 Guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar tanpa memperhatikan tujuan pembelajaran.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Rencana pembelajaran (RPP)
2 Kisi-kisi soal dan instrumen penilaian [Cermati untuk beberapa jenis penilaian seperti ujian formatif, sumatif]
Catatan Hasil Penilaian [Cermati untuk beberapa jenis penilaian seperti hasil penilaian harian, mingguan, bulanan, hasil penilaian tugas, ujian formatif, sumatif dll]

14 Program remedial dan/atau pengayaan diberikan kepada siswa yang memerlukan.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Guru melaksanakan program remedial dan/atau pengayaan (sesuai kebutuhan) secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan dengan menggunakan berbagai strategi dan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
3 Guru melaksanakan program remedial dan/atau pengayaan (sesuai kebutuhan) secara sistematis dan terstruktur dengan menggunakan berbagai strategi dan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
2 Guru melaksanakan program remedial atau pengayaan (sesuai kebutuhan) secara sistematis dan terstruktur dengan menggunakan berbagai strategi dan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa secara terbatas pada beberapa mata pelajaran.
1 Guru melaksanakan program remedial atau pengayaan terbatas pada pemberian tes dan/atau pekerjaan rumah (PR).

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Catatan/Daftar Penilaian dan Hasil Analisis Pencapaian Kompetensi Belum unggah
2 Dokumen Program Pelaksanaan Remedial/ Pengayaan Belum unggah


15 Siswa berpartisipasi aktif dalam belajar dan suasana pembelajaran di kelas menyenangkan.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Suasana pembelajaran di kelas yang dinamis dengan adanya interaksi antarsiswa, interaksi siswa dengan guru, siswa yang antusias dalam belajar dan suasana kelas yang menyenangkan dan menarik yang berdampak pada pencapaian tujuan pembelajaran.
3 Suasana pembelajaran di kelas yang dinamis dengan adanya interaksi antarsiswa, interaksi siswa dengan guru, siswa yang antusias dalam belajar dan suasana kelas yang menyenangkan dan menarik.
2 Suasana kelas tertib dan terlihat ada interaksi timbal balik antar siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.
1 Suasana kelas tertib walaupun penyampaian materi berlangsung satu arah dari guru ke siswa.
DIA

16 Guru melakukan pembiasaan literasi membaca dan menulis.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Guru melakukan pembiasaan literasi membaca dan menulis di sekolah/madrasah yang berdampak pada (1) terbentuknya budaya membaca dan menulis di luar kelas, (2) menghasilkan karya-karya literasi seperti majalah dinding, cerpen, dan karya tulis lainnya, dan (3) terpublikasinya karya literasi siswa di masyarakat.
3 Guru melakukan pembiasaan literasi membaca dan menulis di sekolah/madrasah yang berdampak pada (1) terbentuknya budaya membaca dan menulis di luar kelas (2) menghasilkan karya-karya literasi seperti majalah dinding, cerpen, dan karya tulis lainnya.
2 Guru melakukan pembiasaan membaca, menulis, berkomunikasi, berlatih, atau berkarya tetapi belum berdampak pada kebiasaan yang dilakukan oleh siswa di luar kelas.
1 Guru belum secara terprogram melakukan pembiasaan membaca, menulis, berkomunikasi, berlatih, atau berkarya.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Program literasi sekolah/madrasah
  • Dokumen program sekolah/madrasah yang terkait dengan pelaksanaan literasi membaca dan menulis.
  • Dokumen publikasi dan lomba karya Literasi siswa

17 Guru menciptakan suasana belajar yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan memudahkan siswa untuk belajar.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Guru mengimplementasikan prosedur pembelajaran yang melibatkan siswa dengan memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan kemudahan secara fisik maupun psikis dalam belajar siswa dengan membangun hubungan baik antarsiswa dan antara siswa dan guru yang saling menghormati dan menghargai sehingga tercapai tujuan pembelajaran.
3 Guru mengimplementasikan prosedur pembelajaran yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan kemudahan secara fisik maupun psikis dalam belajar siswa dengan membangun hubungan baik antarsiswa dan antara siswa dan guru yang saling menghormati dan menghargai sehingga tercapai tujuan pembelajaran.
2 Guru belum secara optimal mengimplementasikan prosedur pembelajaran yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan kemudahan secara fisik maupun psikis dalam belajar siswa.
1 Guru tidak mengimplementasikan prosedur pembelajaran yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan kemudahan secara fisik maupun psikis untuk dapat diakses siswa dalam belajar.

18 Sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah/madrasah dimanfaatkan dengan optimal dalam proses pembelajaran.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Proses pembelajaran memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di dalam dan di luar sekolah/madrasah baik yang tersedia maupun kreasi guru/siswa sebagai media dan sumber belajar yang berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan capaian hasil belajar siswa.
3 Proses pembelajaran memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di dalam dan di luar sekolah/madrasah yang berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan capaian hasil belajar siswa.
2 Proses pembelajaran memanfaatkan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar yang terbatas, baik jumlah maupun jenisnya sehingga belum berdampak terhadap mutu proses pembelajaran.
1 Proses pembelajaran belum semuanya memanfaatkan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) [Cermati tentang penggunaan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar]
2 Daftar Inventaris Media/Sumber belajar

19 Guru menyusun perencanaan pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif dengan mengoptimalkan lingkungan dan memanfaatkan TIK atau cara lain yang sesuai dengan konteksnya.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Guru mampu: (1) menyusun RPP yang memfasilitasi seluruh siswa belajar aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan seperti: merancang penelitian sederhana, melakukan tugas proyek tertentu berdasarkan ide-ide siswa sendiri dan mengoptimalkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar serta memanfaatkan TIK atau cara lain yang sesuai dengan konteksnya, (2) menjelaskan tahapan penyusunan RPP yang dibuatnya dengan memperhatikan hasil refleksi/evaluasi proses pembelajaran sebelumnya.
3 Guru mampu: (1) menyusun RPP yang memfasilitasi seluruh siswa belajar aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, yang dapat dilihat dari aktivitas KBM yang menempatkan siswa sebagai subyek dalam kegiatan pembelajaran dengan mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, (2) menjelaskan tahapan penyusunan RPP yang dibuat berdasarkan ketentuan yang berlaku.
2 Guru: (1) mampu menyusun RPP yang memfasilitasi seluruh siswa belajar aktif, kreatif dan inovatif yang dapat dilihat dari aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) yang menempatkan siswa sebagai subyek dalam kegiatan pembelajaran, (2) kurang sistematis dalam menjelaskan tahapan penyusunan RPP yang dibuatnya.
1 Guru menyusun RPP yang belum memfasilitasi seluruh siswa belajar aktif, kreatif, dan inovatif.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

20 Guru melakukan evaluasi diri, refleksi dan pengembangan kompetensi untuk perbaikan kinerja secara berkala.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Guru melakukan evaluasi dan refleksi diri melalui berbagai kegiatan seperti observasi kelas dan pemberian kuesioner tentang pelaksanaan pembelajaran, rekaman audio atau video, dan hasilnya didiskusikan serta diseminasikan ke teman sejawat yang difasilitasi sekolah untuk perbaikan kinerja secara berkelanjutan yang terlihat pada perbaikan mutu pembelajaran dan capaian hasil belajar siswa.
3 Guru melakukan perbaikan kinerja khususnya pembelajaran dalam pengembangan kompetensi secara berkelanjutan setelah melakukan refleksi dan evaluasi diri dengan membuat jurnal reflektif dan catatan harian.
2 Guru sudah melakukan refleksi dan evaluasi diri untuk perbaikan kinerja dengan membuat catatan mengajar.
1 Guru tidak melakukan atau masih memerlukan bantuan dalam melaksanakan refleksi dan evaluasi diri.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Form/instrumen penilaian kinerja guru oleh siswa

21 Guru melakukan pengembangan profesi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Guru melakukan pengembangan profesi berkelanjutan atas inisiatif sendiri yang hasilnya berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan capaian belajar siswa yang dilakukan melalui beragam bentuk kegiatan belajar melalui diskusi antarteman sejawat, KKG/MGMP atau sejenisnya, belajar daring, mengikuti diklat/seminar, publikasi ilmiah, karya inovatif dan membagikan praktik baik kepada orang lain di dalam dan di luar sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tulisan melalui berbagai media.
3 Guru melakukan pengembangan profesi berkelanjutan atas inisiatif sendiri yang hasilnya berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan capaian belajar siswa yang dilakukan melalui beragam bentuk kegiatan belajar melalui diskusi antarteman sejawat, KKG/MGMP atau sejenisnya, belajar daring, mengikuti diklat/seminar, publikasi ilmiah, karya inovatif dan membagikan praktik baik kepada teman sejawat di sekolah/madrasah.
2 Guru melakukan pengembangan profesi berkelanjutan atas anjuran/himbauan yang hasilnya berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan capaian belajar siswa yang dilakukan melalui beragam bentuk kegiatan belajar melalui diskusi antarteman sejawat, KKG/MGMP atau sejenisnya, belajar daring, mengikuti diklat/seminar, publikasi ilmiah, karya inovatif.
1 Guru melakukan pengembangan profesi berdasar inisiatif sekolah/madrasah yang hasilnya belum berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan capaian belajar siswa dalam bentuk kegiatan yang masih terbatas dan hasilnya belum dibagikan kepada orang lain.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Dokumen kegiatan pengembangan profesi guru
2 Dokumen kegiatan sharing/desiminasi hasil pengembangan profesi guru

22 Guru mengembangkan strategi, model, metode, dan teknik pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Guru mengembangkan/memodifikasi strategi, model, metode, teknik, dan media pembelajaran inovatif dan kreatif yang dapat mendorong siswa belajar secara aktif, efektif dan menyenangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran serta menginspirasi teman sejawat dan/atau dapat diduplikasi oleh orang lain.
3 Guru mengembangkan/memodifikasi strategi, model, metode, teknik, dan media pembelajaran inovatif dan kreatif yang dapat mendorong siswa belajar secara aktif, efektif dan menyenangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2 Guru mengembangkan/memodifikasi strategi, model, metode, teknik, dan media pembelajaran yang dapat mendorong siswa belajar secara aktif, dan menyenangkan tanpa adanya kaitan langsung dengan tujuan pembelajaran.
1 Guru mengembangkan/memodifikasi strategi, model, metode, teknik, dan media pembelajaran yang tidak mendorong tercapainya tujuan pembelajaran.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Rencana pembelajaran (RPP)

23 Sekolah/madrasah mengembangkan, menyosialisasikan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi visi, misi, dan tujuan sekolah/madrasah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Sekolah/madrasah mengembangkan, menyosialisasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi visi, misi, dan tujuan yang melibatkan pemangku kepentingan dan hasil evaluasi dipergunakan untuk perbaikan dan peningkatan mutu sekolah/madrasah secara berkelanjutan.
3 Sekolah/madrasah mengembangkan, menyosialisasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi visi, misi, dan tujuan yang melibatkan pemangku kepentingan serta menjadikannya sebagai dasar/acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja sekolah/madrasah.
2 Sekolah/madrasah mengembangkan, menyosialisasikan dan mengimplementasikan visi, misi, dan tujuan sebagai dasar/acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja sekolah/madrasah.
1 Sekolah/madrasah mengembangkan, menyosialisasikan tetapi belum mengimplementasikan visi, misi, dan tujuan serta belum menjadikannya sebagai dasar/acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja sekolah/madrasah.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan S/M
2 Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) - 2 periode
3 Dokumen sosialisasi visi, misi
4 Laporan kegiatan pelaksanaan program
5 Dokumen hasil evaluasi tahunan pencapaian visi, misi, tujuan, dan rencana sekolah
6 Dokumen rekomendasi dari hasil evaluasi (notulen rapat)

24 Kepala sekolah/madrasah menunjukkan kompetensi supervisi akademik untuk membantu guru mewujudkan pembelajaran yang bermutu.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Kepala sekolah/madrasah merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut atas hasil supervisi akademik kepada guru secara berkelanjutan dan berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja guru serta pembelajaran yang bermutu.
3 Kepala sekolah/madrasah merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut atas hasil supervisi akademik kepada guru secara berkelanjutan.
2 Kepala sekolah/madrasah melakukan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut atas hasil supervisi akademik kepada guru namun belum dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
1 Kepala sekolah/madrasah merencanakan dan melaksanakan supervisi akademik namun tidak melakukan tindak lanjut.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Program/rencana pelaksanaan supervisi dan SK penugasan supervisor
2 Dokumen hasil supervisi tiga tahun terakhir
3 Dokumen dalam bentuk jadwal pelaksanaan supervisi sekurang-kurangnya empat tahun terakhir

25 Kepala sekolah/madrasah secara konsisten, partisipatif, kolaboratif, transformatif dan efektif memimpin guru, tenaga kependidikan, dan siswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam usaha pengembangan kegiatan/program sekolah/madrasah dalam rangka mencapai visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Kepala sekolah/madrasah memimpin guru, tenaga kependidikan, dan siswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif yang dituangkan dalam RKS/RKAS yang dalam penyusunannya melibatkan warga sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya serta diimplementasikan secara konsisten dan efektif, akuntabel, dan transparan berdampak nyata pada pengembangan sekolah/madrasah.
3 Kepala sekolah/madrasah memimpin guru, tenaga kependidikan, dan siswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif yang dituangkan dalam RKS/RKAS yang dalam penyusunannya melibatkan warga sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya serta diimplementasikan secara konsisten dan efektif.
2 Kepala sekolah/madrasah memimpin guru, tenaga kependidikan, dan siswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif yang dituangkan dalam RKS/RKAS yang dalam penyusunannya melibatkan warga sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya, namun tidak diimplementasikan secara konsisten dan efektif.
1 Kepala sekolah/madrasah memimpin guru, tenaga kependidikan, dan siswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif yang dituangkan dalam RKS/RKAS yang dalam penyusunannya tidak melibatkan warga sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) - 2 periode
2 Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan S/M
3 Laporan kegiatan pelaksanaan program

26 Sekolah/madrasah membangun komunikasi dan interaksi antara warga sekolah/madrasah (siswa, guru, kepala sekolah/madrasah, tenaga kependidikan), orang tua, dan masyarakat untuk mewujudkan keharmonisan internal dan eksternal sekolah/madrasah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Sekolah/madrasah menunjukkan komunikasi dan interaksi antara siswa, guru dan warga sekolah/madrasah, orang tua dan masyarakat sekitar secara harmonis dan berdampak pada terciptanya budaya kerja sama yang kuat.
3 Sekolah/madrasah menunjukkan komunikasi dan interaksi antara warga sekolah/madrasah, orang tua dan masyarakat sekitar secara harmonis.
2 Sekolah/madrasah menunjukkan komunikasi dan interaksi antara warga sekolah/madrasah, dan orang tua secara harmonis.
1 Sekolah/madrasah belum menunjukkan komunikasi dan interaksi antara warga sekolah/madrasah, dan orang tua secara harmonis.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Dokumen kerja sama sekolah/madrasah dengan orang tua siswa dengan masyarakat sekitar (dokumen rapat, foto, video, dll)

27 Sekolah/madrasah melakukan pembiasaan; aman, tertib, bersih, indah, dan nyaman untuk menciptakan lingkungan sekolah/madrasah yang kondusif.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Sekolah/Madrasah menunjukkan suasana aman, tertib, bersih, indah, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan sekolah madrasah yang kondusif dan berdampak pada persepsi positif masyarakat terhadap sekolah/madrasah.
3 Sekolah/Madrasah menunjukkan suasana aman, tertib, bersih, indah, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan sekolah madrasah yang kondusif.
2 Sekolah/Madrasah menerapkan pembiasaan secara konsisten hidup aman, tertib, bersih, indah, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan sekolah madrasah yang kondusif.
1 Sekolah/Madrasah menerapkan pembiasaan hidup aman, tertib, bersih, indah, atau nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Dokumen pelaksanaan kegiatan kebersihan sekolah/madrasah, misalnya dokumen pembagian tugas di bidang kebersihan, jadwal kebersihan, dokumentasi kegiatan

28 Sekolah/madrasah melibatkan orang tua siswa, masyarakat dari berbagai kalangan dalam perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan sekolah/madrasah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Manajemen dan komite sekolah/madrasah merupakan partner setara, yang terlihat pada kepedulian dan pemahaman komite sekolah/madrasah terhadap kondisi, masalah dan tantangan yang sedang dihadapi sekolah/madrasah dan menjadikannya sebagai tantangan bersama. Pertemuan komite dengan manajemen sekolah/madrasah dapat terjadi sewaktu-waktu atas inisiatif salah satu pihak. Keterlibatan tokoh masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program-program sekolah/madrasah terjadi atas inisiatif komite maupun manajemen sekolah/madrasah serta berdampak pada persepsi positif masyarakat terhadap sekolah/madrasah.
3 Manajemen dan komite sekolah/madrasah merupakan partner setara, yang terlihat pada kepedulian dan pemahaman komite sekolah terhadap kondisi, masalah dan tantangan yang sedang dihadapi sekolah, dan menjadikannya sebagai tantangan bersama. Pertemuan komite dengan manajemen sekolah dapat terjadi sewaktu-waktu atas inisiatif salah satu pihak. Keterlibatan tokoh masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program sekolah/madrasah terjadi atas inisiatif komite maupun manajemen sekolah/madrasah.
2 Manajemen sekolah/madrasah berinisiatif dan memfasilitasi pertemuan komite sekolah/madrasah sekali dalam setahun, menjelang awal tahun ajaran. Forum pertemuan komite sekolah/madrasah dimanfaatkan oleh manajemen sekolah/madrasah untuk mendapatkan dukungan para orang tua khususnya terkait dukungan finansial kepada sekolah/madrasah secara sukarela demi kemajuan sekolah/madrasah dan kepentingan anak didik secara keseluruhan.
1 Manajemen sekolah/madrasah berinisiatif dalam memfasilitasi pertemuan komite sekolah/madrasah sekali dalam setahun, menjelang awal tahun ajaran. Keputusan pertemuan komite sekolah/madrasah cenderung berdasarkan ketokohan pengurus komite sekolah/madrasah.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan S/M Belum unggah
2 Laporan kegiatan penyusunan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program sekolah/madrasah
0%

29 Sekolah/madrasah mengembangkan, mengimplementasikan dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum secara sistematis, kreatif, inovatif, dan efektif.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, serta mengimplementasikan dan mengevaluasi secara sistematis, kreatif, inovatif, dan efektif yang berkesinambungan serta berdampak pada peningkatan prestasi siswa.
3 Sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, serta mengimplementasikan dan mengevaluasi secara sistematis, kreatif, inovatif, dan efektif yang berkesinambungan.
2 Sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan tanpa melakukan evaluasi secara periodik dan melibatkan para pemangku kepentingan secara terbatas.
1 Sekolah/madrasah memiliki dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan, tetapi tidak dikembangkan melalui tahapan pengembangan yang sistematis/prosedural.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Notula Raker/Pertemuan Penyusunan Kurikulum Sekolah/Madrasah Belum unggah
2 Program/Panduan Pembelajaran Sekolah/Madrasah
3 Dokumen Raker/Rapat Evaluasi yang berisi Rekomendasi Perbaikan hasil Evaluasi
4 Renstra atau Rencana Pengembangan Kurikulum
5 Buku Leger atau Rekap Nilai


30 Sekolah/madrasah menerapkan pengelolaan guru dan tenaga kependidikan secara efektif, efisien, dan akuntabel pada kegiatan rekrutmen, seleksi, penugasan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, kompensasi, dan penghargaan/sanksi.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Sekolah/madrasah menerapkan secara konsisten pengelolaan guru dan tenaga kependidikan yang komprehensif, efektif, efisien, dan akuntabel pada kegiatan rekrutmen, seleksi, penugasan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, dan pemberian penghargaan/sanksi yang berdampak terhadap persepsi positif pemangku kepentingan, iklim kerja yang kondusif, dan peningkatan kinerja.
3 Sekolah/madrasah menerapkan secara konsisten pengelolaan guru dan tenaga kependidikan yang komprehensif, efektif, efisien, dan akuntabel pada kegiatan rekrutmen, seleksi, penugasan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, dan pemberian penghargaan/sanksi yang berdampak terhadap iklim kerja yang kondusif, dan persepsi positif pemangku kepentingan.
2 Sekolah/madrasah menerapkan secara konsisten pengelolaan guru dan tenaga kependidikan yang komprehensif, efektif, efisien, dan akuntabel pada kegiatan rekrutmen, seleksi, penugasan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, dan pemberian penghargaan/sanksi yang berdampak terhadap iklim kerja yang kondusif.
1 Sekolah/madrasah belum menerapkan secara konsisten pengelolaan guru dan tenaga kependidikan yang komprehensif, efektif, efisien, dan akuntabel.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Panduan atau SOP Pelaksanaan Tugas Guru/Tenaga Kependidikan Belum un
2 Dokumen Penugasan Guru/Tenaga Kependidikan
3 Dokumen Penilaian Kinerja
4 Bukti penghargaan/sanksi

31 Sekolah/madrasah melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana dengan baik untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Sekolah/madrasah mengelola sarana dan prasarana secara konsisten dan efisien dengan melibatkan semua warga sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya dalam pelaksanaan prosedur penggunaan dan pemeliharaan yang hasilnya terlihat pada sarana dan prasarana yang berkondisi baik, bersih, rapi, aman, nyaman, dan mudah diakses sehingga berdampak positif terhadap proses pembelajaran yang efektif.
3 Sekolah/madrasah mengelola sarana dan prasarana secara konsisten dan efisien dengan melibatkan semua warga sekolah dalam pelaksanaan prosedur penggunaan dan pemeliharaan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung aman dan nyaman dengan sarana dan prasarana yang mudah diakses.
2 Sekolah/madrasah belum mengelola sarana dan prasarana secara konsisten dan efisien dalam pelaksanaan prosedur penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
1 Sekolah/madrasah belum mengelola sarana dan prasarana karena tidak memiliki sistem dan prosedur pengelolaan sarana dan prasarana.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Panduan/ SOP Pengelolaan sarpras Belum unggah

32 Sekolah/madrasah mengelola anggaran pendapatan dan belanja secara transparan dan akuntabel sesuai perencanaan.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Sekolah/madrasah menyusun perencanaan anggaran pendapatan dan belanja sekolah/madrasah berdasarkan evaluasi diri sekolah/madrasah dengan melibatkan komite sekolah/madrasah. Realisasi penggunaan anggaran dan belanja dilakukan berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Laporan keuangan disusun secara periodik dengan prinsip transparan dan akuntabel berdasarkan peraturan yang berlaku dan disampaikan ke pihak yang berkepentingan baik di dalam maupun di luar sekolah. Laporan akhir keuangan diaudit secara internal atau eksternal dengan hasil baik.
3 Sekolah/madrasah menyusun perencanaan anggaran pendapatan dan belanja sekolah/madrasah berdasarkan evaluasi diri sekolah/madrasah dengan melibatkan komite sekolah/madrasah. Realisasi penggunaan anggaran dan belanja dilakukan berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Laporan keuangan disusun secara transparan dan akuntabel berdasarkan peraturan yang berlaku dan disampaikan ke pihak yang berkepentingan baik di dalam maupun di luar sekolah.
2 Sekolah/madrasah menyusun perencanaan anggaran pendapatan dan belanja sekolah/madrasah dengan melibatkan komite sekolah/madrasah. Laporan keuangan disusun dan disampaikan ke pihak pemberi dana dan kalangan internal sekolah/madrasah.
1 Sekolah/madrasah menyusun perencanaan anggaran pendapatan dan belanja sekolah/madrasah. Laporan keuangan disusun dan disampaikan ke pihak pemberi dana dan kalangan internal sekolah/madrasah

Dokumen yang dibutuhkan:

1 RAPBS
2 EDS/M
3 Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan S/M
4 Laporan kegiatan pelaksanaan dan pengawasan program sekolah/madrasah
5 Dokumen Audit Pelaksanaan Anggaran/RAPBS


33 Sekolah/madrasah menyelenggarakan pembinaan kegiatan kesiswaan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4. Sekolah/madrasah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler dan mengikutsertakan siswa dalam berbagai kompetisi serta mendapatkan dukungan fasilitas dari sekolah/madrasah, orang tua dan masyarakat yang menghasilkan berbagai prestasi.
3. Sekolah/madrasah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler, dan mengikutsertakan siswa dalam berbagai kompetisi serta mendapatkan dukungan fasilitas dari sekolah/madrasah yang menghasilkan berbagai prestasi.
2. Sekolah/madrasah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler dan mengikutsertakan siswa dalam berbagai kompetisi serta mendapatkan dukungan fasilitas dari sekolah/madrasah.
1. Sekolah/madrasah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler, tetapi tidak diikutsertakan dalam berbagai kompetisi.

Dokumen yang dibutuhkan:

1 Dokumen program/kegiatan ekstrakurikuler Belum unggah
2 Surat tugas pembina dan tim lomba/kompetisi Belum unggah
3 Bukti Prestasi (Piagam dan/atau Piala) Belum unggah

34. Sekolah/madrasah memberikan layanan bimbingan dan konseling siswa dalam bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut dan karier untuk mendukung pencapaian dan pengembangan prestasi.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4. Sekolah/madrasah memberikan layanan bimbingan dan konseling dalam bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut dan karir untuk mendukung pencapaian dan pengembangan prestasi secara berkelanjutan dengan dukungan SDM yang berkualitas..
3. Sekolah/madrasah berusaha memberikan layanan bimbingan dan konseling dalam bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut dan/atau karier yang diselenggarakan secara berkelanjutan dengan dukungan SDM terbatas..
2. Sekolah/madrasah berusaha memberikan layanan bimbingan dan konseling namun belum meliputi semua aspek (bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut dan karir).Dukungan sumber daya belum sesuai dengan kebutuhan..
1. Layanan/bimbingan dan konseling dalam bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut dan karir siswa belum menjadi komitmen sekolah serta tidak didukung oleh sumber daya sesuai bidang keahliannya.

Dokumen yang dibutuhkan:
  • Dokumen rencana layanan BK bidang pribadi
  • Dokumen rencana layanan BK bidang sosial
  • Dokumen rencana layanan BK bidang akademik
  • Dokumen rencana layanan BK bidang pendidikan lanjut dan/atau karier
35 Sekolah/madrasah melaksanakan Penjaminan Mutu Internal Sekolah/Madrasah setiap tahun terkait pencapaian standar nasional pendidikan, yang meliputi kegiatan: pelaksanaan evaluasi diri sekolah/madrasah (EDS/M), penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) yang merujuk pada peta mutu.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Sekolah/Madrasah menyusun RKA-S/M dengan merujuk peta mutu dan hasil EDS/M, melakukan evaluasi pelaksanaan program dalam RKA-S/M, menyusun rencana perbaikan RKA-S/M tahun berikutnya, dan melakukan tindakan perbaikan secara berkelanjutan.
3 Sekolah/madrasah menyusun RKA-S/M dengan merujuk peta mutu dan hasil EDS/M, serta melakukan evaluasi pelaksanaan program dalam RKA-S/M.
2 Sekolah/madrasah menyusun RKA-S/M dengan merujuk peta mutu dan hasil EDS/M.
1 Sekolah/madrasah menyusun RKA-S/M tanpa memperhatikan peta mutu dan hasil 
Dokumen yang dibutuhkan:

1 Dokumen evaluasi diri sekolah/madrasah
2 Dokumen RKA-S/M dan dokumen EDS/M


Semoga Instrumen akreditasi satuan pendidikan IASP tahun 2020 ini memberikan manfaat bagi kita semua.