Friday, 6 September 2019

Buku 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences

95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences: Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa adalah buku keempat Alamsyah Said setelah buku Sekolah Anak-anak Juara: Sekolah Berbasis Kecerdasan Jamak dan Pendidikan Berkeadilan yang ditulis bersama pemilik Sekolahnya Manusia,Munif Chatib. Dan, buku 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences:Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa.
Buku 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences
Buku 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences

Kita tidak menafikan jika selama ini dominan metode (paling umum) yang digunakan guru saat mengajar adalah ceramah, selain disuksi dan tanya jawab. Tentu, hal yang digunakan guru tersebut adalah benar, namun apakah sebagian besar siswa merasa “bahagia dan nyaman” ketika siswa belajar dengan metode ceramah atau metode itu-itu saja? Marilah kita flashback kembali, ketika kita mengalami proses belajar di mana sang guru berceramah dari Assalamu’alaikum/selamat pagi sampai wassalamu’alaikum/sampai ketemu besok, kebanyakan dari kita adalah tidak merespons dengan baik, kita mungkin menunjukkan dengan bercerita di belakang dengan siswa lain, kita menulis kalimat tertentu yang sering kali diucapkan guru secara berulang sampai kita menyimpulkan telah 50x guru itu mengatakan “ya” selama ia mengajar, atau kita menggambar wajah guru dengan sedikit parodi. Benar-benar terjadi... bahwa saat guru mengajar (kita sebagai siswa) belum tentu belajar. Ini mengacaukan kita untuk berproses menjadi pandai.


alam penelitian-penelitian pengajaran terkini, yang dimulai dari Dr. Georgi Lozanov, setelah ia sukses mengembangkan accelerated learning di Bulgaria, sampai padanannya quantum learning yang sukses diterapkan di Super Camp oleh Bobbi Deporter. Semua penelitian pengajaran tersebut telah dipraktikkan di beberapa negara Eropa, Amerika, dan sebagian Asia. Hasil penelitian yang kami kutip dari Adi W. Gunawan (2004); bahwa pengajaran guru yang berbasis kerja otak, kekuatan memori, neuro-linguistic programming, motivasi, konsep
diri, kepribadian, emosi, perasaan, pikiran,metakognisi, gaya belajar, kecenderungan kecerdasan jamak (multiple intelligences) dan modalitas belajar dan lainnya menjadi basic power untuk siswa belajar sampai pada tingkatan ... ahaa aku paham. Dalam situasi ini, cara guru mengajar sama dengan cara siswa belajar menjadikan pelajaran mudah dimengerti. 

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh  S. Belen, dapat diambil kesimpulan bahwa di dunia ini sebenarnya tidak ada masalah belajar karena setiap anak dikaruniai potensi otak yang luar biasa yang membuat ia mampu menjadi manusia brilian. Yang ada justru masalah mengajar. Kekeliruan menerapkan metode dan teknik mengajar membawa siswa yang potensial menjadi anak berkemampuan rendah.

Dengan adanya metode-metode mengajar yang disukai anak menjadi kunci rahasia ketika
anak dan siswa kita belajar.

Buku ini menjadi panduan praktis, pegangan wajib, manual book, dan obor pengajaran guru untuk membantu anak dan siswa kita mencapai tingkat kompetensi terbaiknya pada setiap jenjang pendidikannya.

Bab Pertama buku ini berisi tentang bagaimana kita ingin menyadarkan kepada para guru dan orangtua mengenai pen- tingnya mengetahui fungsi kerja otak dan tumbuh kembang otak pada objek didik kita. Sebab pada dasarnya, sepanjang anak atau siswa kita memiliki otak dalam batok kepalanya dan sehat secara medis pasti anak/siswa itu cerdas. Dalam melakukan aktivitas pembelajaran, penting jika harus mengetahui jenis kecerdasan terbaiknya sebelum kita memilih strategi pengajaran.

Tak ada kecerdasan tanpa otak, siswa bodoh itu mitos, dan mengajarlah dengan cara masukkan informasi lewat pintu kecerdasan siswa yang “terbuka lebar”.Suatu kesadaran bagi guru untuk memenuhi hakikat filosofis bahwa mengajar sesuai cara kerja otak adalah suatu pemenuhan hak asasi siswa dalam proses pendidikan.

Sahabat guru... Pengajaran yang disukai siswa adalah rahasia menjadi Guru Super. Sebuah upaya dan proses untuk mencapai indikator hasil belajar pada setiap kompetensi. Sejatinya pengajaran yang menyesuaikan dengan pola kerja otak sesuai gaya belajar siswa
adalah mementingkan usaha yang menyeluruh (the best process), di mana konsekuensi logis dari usaha menyeluruh dan proses terbaik belajar siswa harus dinilai secara autentik (penilaian berbasis proses).

Proses terbaik sepertinya akan menghasilkan hasil (produk) terbaik. Pada buku ini juga memberikan contoh praktis dan mudah membuat rubrik penilaian autentik. Dengan demikian akan membantu para guru dan orangtua mengenai strategi mengajar multiple intelligences yang diklasifikasikan berdasarkan jenis-jenis dominan kecerdasan jamak atau multiple intelligences.

Berikut ini adalah link buku tersebut disini

1 comment:

Unknown said...

Buku yang recommended bgt.