Saturday, 22 August 2020

SIMULASI AKM DAN SOSIALISASI UJIAN BERBASIS KOMPUTER DARING "UBKD" JENJANG SD TAHUN PELAJARAN 2020/2021

RINTOKUSMIRAN.COM- Ujian berbasis komputer daring disingkat UBKD jenjang SD Tahun Pelajaran 2020/2021. Tahun pelajaran 2020/2021 jenjang pendidikan Sekolah Dasar direncanakan melaksanakan ujian berbasis komputer daring. UBKD menggunakan sistem hampir sama dengan UBK pada jenjang SMP, SMA sederajat.
SIMULASI AKM  DAN SOSIALISASI UJIAN BERBASIS KOMPUTER DARING "UBKD"  JENJANG SD TAHUN PELAJARAN 2020/2021
SIMULASI AKM  DAN SOSIALISASI UJIAN BERBASIS KOMPUTER DARING "UBKD"  JENJANG SD TAHUN PELAJARAN 2020/2021
UBKD menggunakan exambrowser dengan 2 jenis bit yaitu 32 bit dan 64 bit hal ini memudahkan pengguna berdasarkan bit sesuai dengan kapasitas windows yang terpasang komputer masing-masing.


Beberapa perangkat yang digunakan dalam rangka persiapan adalah komputer dan jaringan internet sebagai sarana penunjang. Untuk saat ini memasuki tahapan sosialisasi dan simulasi UBKD jenjang sekolah dasar. 

UBKD pada jenjang sekolah dasar tentunya perlu persiapan yang matang, diataranya adalah kompetensi peserta didik berkaitan dengan penguasaan dan pengoperasian TIK khususnya komputer atau sejenisnya. 

Kompetensi TIK pada peserta didik sekolah dasar menjadi hal penting yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan. Lalu apa yang harus dilakukan satuan pendidikan dalam rangka menyiapkan peserta didik sehingga peserta didik memiliki keterampilan berkaitan dengan kompetensi TIK?. Tentunya satuan pendidikan sekolah dasar harus melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan dasar TIK peserta didik. Misalnya memberikan pelajaran tambahan tentang kemampuan dasar TIK yang harus dimiliki peserta didik agar mampu mengikuti UBKD SD dengan lancar.

Yang tidak kalah penting peran admin UBKD pada satuan pendidikan dalam rangka memberikan pelayanan kepada peserta didik demi kelancaran keberlangsungan UKBD SD tahun ini. Langkah selanjunya adalah melakukan sosialisasi dan simulasi kepada peserta didik. 

Berikut ini adalah langkah-langkah melakukan simulasi UBKD SD tahun pelajaran 2020/2021:
1. Unduh aplikasi exambrowser sesuai dengan bit pada perangkat anda. Untuk cara mengetahui bit perangkat pc/komputer/laptop anda silahkan anda tonton video disini



2. Silahkan anda instalkan aplikasi exambroser yang sudah anda unduh. 
3. Aplikasi browser google Chrome versi terbaru, bila belum versi baru silahkan lakukan pembaharuan pada aplikasi browser chrome anda atau bisa diunduh DISINI
4. Sambungkan perangkat anda dengan koneksi internet/jaringan internet.
5. Buka aplikasi exambrowser anda
6. Silahkan login dengan menggunakan user dan password  simulasi anda
7. Tanya jawab simulasi UBKD SD Tahun Pelajaran 2020/2021
8. Sosialisasi UBKD SD Tahun Pelajaran 2020/2021

Beberapa langkah diatas harus di persiapkan oleh sekolah yang akan melaksanakan UBKD SD tahun pelajaran 2020/2021. Lalu apa saja yang diujikan pada UBKD SD tahun pelajaran 2020/2021? Yang diujikan berupa assesmen pembelajaran yang lebih jelasnya silahkan baca di bawah ini.

Assesmen Pembelajaran

Pandemi Covid-19 pada beberapa bulan terakhir berdampak pada beberapa sektor kehidupan, tak terkecuali sektor pendidikan. Untuk membatasi penyebaran dan penularan virus Covid-19 secara luas di satuan pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengambil kebijakan penyelenggaraan Belajar dari Rumah (BDR). 

Kebijakan serupa juga diterapkan di lebih dari 180 negara dunia. Kebijakan BDR diyakini dapat berdampak pada perkembangan kognitif dan nonkognitif siswa yang  selanjutnya dapat mempengaruhi wajah pendidikan di masa depan.

Di Indonesia, beragamnya kondisi sosial ekonomi, akses teknologi, serta kondisi wilayah sebaran Covid-19 menyebabkan pelaksanaan BDR serta capaian belajar siswa bervariasi. Oleh karena itu, asesmen untuk mengetahui hambatan dan kelemahan siswa pada saat BDR perlu dilakukan. 


Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

  • Kata Minimum mengacu kepada tidak semua konten di dalam kurikulum diukur di dalam AKM.
  • AKM akan mengukur keterampilan dasar: literasi dan numerasi. Kemampuan bernalar tentang teks dan angka. Kompetensi tersebut dibangun dari jenjang dasar sampai menengah dalam suatu learning progression.
  • AKM berbentuk survey dengan sample siswa kelas 5, kelas 8, dan kelas 11 – tidak melaporkan hasil individu siswa namun laporan agregat yang berfokus kepada peningkatan internal dari waktu ke waktu bukan komparasi antar kelompok.

Asesmen yang meliputi aspek kognitif dan nonkognitif perlu dilakukan agar pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan kondisi siswa. Hasil asesmen memberikan dasar kepada guru untuk menetapkan perlakuan atau strategi yang tepat kepada masing-masing siswa. 

Remedial atau pengayaan yang dilakukan sebagai tindak lanjut hasil asesmen merupakan upaya untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal atau dirugikan.  Pedoman ini untuk memberikan inspirasi, wawasan, dan pedoman bagi Bapak dan Ibu guru dalam melakukan persiapan, pelaksanaan, diagnosis dan tindak lanjut yang tepat pada proses asesmen diagnosis. Kami berharap buku ini menjadi salah satu penguatan terhadap prinsip “teaching at the right level” (pembelajaran sesuai dengan tingkat) khususnya pada masa pandemik.

Pusat Asesmen dan Pembelajaran, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi  dalam penyiapan dan penyusunan dapat bermanfaat terutama bagi kelanjutan dunia pendidikan di Indonesia pada masa pandemi Covid-19 ini dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Asesmen Diagnosis Kognitif bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dalam topik sebuah mata pelajaran. Asesmen diagnosis dapat mengandung satu atau lebih dari satu topik. Contoh: asesmen diagnosis untuk matematika kelas V bisa mengandung topik penjumlahan dan pengurangan saja, atau semua topik dalam mata pelajaran matematika (termasuk penjumlahan dan pengurangan, jaring-jaring bangun ruang sederhana, pecahan, dll). 

Asesmen Diagnosis Kognitif adalah asesmen diagnosis yang dapat dilaksanakan secara rutin, pada awal ketika guru akan memperkenalkan sebuah topik pembelajaran baru, pada akhir ketika guru sudah selesai menjelaskan dan membahas sebuah topik, dan waktu yang lain selama semester (setiap dua minggu/ bulan/ triwulan/ semester). 

Seperti Bapak/ Ibu guru ketahui, kemampuan dan keterampilan siswa di dalam sebuah kelas berbeda-beda. Ada yang lebih cepat paham dalam topik tertentu, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami topik tersebut. Seorang siswa yang cepat paham dalam satu topik, belum tentu cepat paham dalam topik lainnya. 

Asesmen diagnosis memetakan kemampuan semua siswa di kelas secara cepat, untuk mengetahui siapa saja yang sudah paham, siapa saja yang agak paham, dan siapa saja yang belum paham. Dengan demikian Bapak/ Ibu guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan siswa.  Petunjuk pelaksanaan Asesmen Diagnosis Berkala, yang terdiri dari tiga tahap: (1) Persiapan; (2) Pelaksanaan; (3) Diagnosis dan Tindak Lanjut

MATERI PENDUKUNG UBKD SD ASSESMEN PEMBELAJARAN

Semoga informasi berkaitan dengan Ujian berbasis komputer daring disingkat UBKD jenjang SD Tahun Pelajaran 2020/2021 bermanfaat bagi kita semua.

6 comments:

MOH RIFAI said...

Minta panduan tutorialnya ada pak, ini berlaku seluruh indonesia ya pak.

RINTO KUSMIRAN said...

iya berlaku seluruh indonesia, untuk tutorial tunggu ya

MOH RIFAI said...

siap bang rinto

laoshi hao said...

UKBD untuk SD aja atau SMP, SMA juga Pak?

Unknown said...

terimakasi

yan _ yin said...

Toturial utk kls VI ada pak?